Masyarakat mengklaim kalau biaya Sekolah di Kabupaten Cilacap relatif mahal

Masyarakat di Kabupaten Cilacap menilai bahwa biaya Sekolah untuk sekolah lanjutan relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Jawa Tengah. Hal ini terungkap pada para orang tua yang putra putrinya harus mendaftar ulang karena sudah dinyatakan diterima pada Sekolah Negeri yang menjadi pilihannya.
Orang tua wali murid tidak balance-nya kalau nilai keuangan pada pembelian seragam begitu mahalnya bila dibandingkan dengan seragam sekolah yang diterima.
Seharusnya memang anggota DPRD secepatnya harus turun tangan, menangani masalah ini dalam acara sidak daftar ulang siswa baru di berbagai sekolah khususnya sekolah sekolah negeri.
Kemudian Komite Sekolah saat ini memang sudah bukan lagi suatu lembaga yang harus membela hak hak rakyat khususnya orang tua yang putra putrinya masih mengenyam pendidikan di suatu sekolah. Namun Komite sekolah berubah fungsi hanya sebagai lembaga “legalisasi” terhadap semua kepentingan Sekolah dengan tidak membantu menyuarakan hak hak para orang tua wali siswa /siswi yang dirudung kesulitan karena pola kebijakan Sekolah yang sudah tidak sesuai lagi dengan Undang undang dasar dan sisdiknas

GRANDYFORCETA DAN DIVIOLETA LUMINAR JANNAH AKHIRNYA DAPAT SEKOLAH YANG DIINGINKAN

Divi Sekarang sudah kelas 3 SD

Divi Sekarang jadi siswi SMP Negeri 2 Cilacap

Sunatan Grandyforceta

Grandyforceta ( Andy )
kini jadi siswa SMA Negeri 3 Cilacap

Grandyforceta atau Andy dan Divioleta Luminar Jannah atau Divi, akhirnya menemukan tempat belajar yang diinginkan. Keduanya lolos seleksi setelah hampir empat hari lamanya beradu memperebutkan tempat belajar di sekolah yang menjadi dambaannya.
Untuk Divi mungkin saingan masuk tidak terlalu ketat dan menimbulkan perubahan detak jantung. Sebab sejak awal pendaftaran masuk posisinya terus berada di titik aman. Hal ini mengakibatkan Divi jadi merasa lebih percaya diri didalam melangkah,  akan menjadi siswi SMP Negeri 2 Cilacap.
Namun kondisi ini jauh berbeda dengan yang dialami oleh Andy, yang sejak awal mau membeli formulir SMA Negeri 1 Cilacap saja sudah ada rasa tidak percaya diri. Walaupun demikian formulirpun tetap dibeli dan berkompetisi dengan siswa siswi lulusan SMP lainnya. Namun apa boleh dikata pada hari kedua pendaftaran SMA Negeri 1 Cilacap diserbu oleh para pendaftar dari luar kabupaten Cilacap. Mereka kebanyakan datang dari Purwokerto, Banyumas, Wangon dengan nota bene bernem tinggi. Akhirnya situasinyapun berkata lain Andy-pun tersisih dalam arus kompetisi.
Dengan berat hati akhirnya berkaspun harus di cabut dan melangkah ke SMA Negeri 3 Cilacap. Bagaimanapun pesaing pesaing nem yang masih tinggipun banyak yang migrasi ke SMA Negeri 3 Cilacap. Namun berkat ridho dari Allah lah Andypun dapat bertahan dan akhirnya masuk menjadi siswa baru SMA Negeri 3 Cilacap.
Semoga keduanya baik Andy dan Divi akan lebih giat lagi untuk belajar, sehingga dapat berprestasi lebih baik lagi. Dan suksespun akan menjadi sebuah waktu penantian yang dapat diunduh pada waktu waktu mendatang. Amiin

DIVIOLETA LUMINAR JANNAH LULUS SD 04 TEGALREJA

Divi Sekarang sudah kelas 3 SD

Divi Alumnus SDN 04 Tegalreja Cilacap 2015

Tahun ini Divi yang nama lengkapnya Divioleta Luminar Jannah dapat lulus dari ujian sekolah dan ujian berstandar Nasional dari SD Negeri 04 Tegalreja Cilacap. Dengan perolehan Nilai Evaluasi Murni (NEM) 23,67, Divi panggilan sehari harinya berkeinginan untuk masuk belajar di SMP Negeri 2 Cilacap, yang menapak tilas kakaknya yang pada tahun ini juga telah purna widya pratama dari SMP Negeri 2 Cilacap tersebut.
Walaupun banyak pula teman teman sekelasnya yang beda keinginan, yang ingin belajar di SMP Negeri 6 Cilacap, Divi tetap mengkokohkan dirinya untuk ingin masuk ke SMP Negeri 2 Cilacap. Alasan utama bagi Divi mengapa ingin masuk ke SMP Negeri 2 Cilacap, yang pertama mudah dalam transportasi, yang mana dari Jl. MT Haryono, lurus ke Selatan 500 meter sudah sampai di SMP Negeri 2 Cilacap. Dapat di tempuh dalam waktu yang singkat, hal ini terjadi jika terjadi kesiangan maka dengan cepat dan mudah akan cepat sampai ke sekolah. Yang ketiga mengikuti jejak kakaknya.
Divi tahun ini memang berhasil menyandang STTB SD, yang merupakan ijazah kedua, yang mana ijazah pertamnya adalah dari TK Aisyiah 11, enam tahun silam. Divi yang lahir 27 Januari 2003 ini kata sih ingin jadi guru, seperti Bapaknya, yang saat ini masih mengajar di MAN Kroya.

GRANDYFORCETA LULUS SMP NEGERI 2 CILACAP

PURNAWIDYA PRATAMA

PURNAWIDYA PRATAMA

Hari ini tanggal 13 Juni 2015, merupakan hari yang cukup bersejarah bagi Grandyforceta, sebab bertepatan dengan pengumuman hasil kelulusan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, pada sekolah SMP Negeri 2 Cilacap. Liku liku perjalanan pembelajaran sejak dari kelas 7 sampai dengan kelas IX memang cukup beragam dan penuh dengan dinamika. Disamping itu di saat saat mau menjelang ujian pun seperti yang pernah terjadi di SD dulu juga muncul kembali yakni sakit. Demam yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan ada iven tryout yang tidak diikuti. Sedangkan tryout itu sendiri sangat penting di dalam mengukur kwalitas materi yang dikuasai selam belajar 3 tahun lamanya di SMP Negeri 2 Cilacap.
Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) dicapai 306,6. Atau rata rata nilai 4 (empat) mapel ujian Nasional, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA adalah 76,65 ya dibulatkan 77,7. Kata Pak Agus guru mapel TIK mengatakan rata rata nilai UN dicapai 78. Maka kwalitas dari Grandyforceta ini tepat pada jalur rata rata.
Dengan telah diterbitkannya SHUN (surat hasil ujian nasional) dan juga SHUS (surat hasil ujian sekolah), kepadanya sudah diperkenankan untuk dapat memilih dan mendaftar menjadi siswa baru tingkat lanjutan atas.
Rencana keinginan sejak dari sebelum kelulusan adalah ingin menjadi siswa baru di SMA Negeri 1 Cilacap. Namun kata banyak orang kalau NHUN berada pada kisaran 30 sampai 32 lebih cocok kalau mendaftar ke SMA Negeri 3 Cilacap. Namun kalau NHUN 32 ke atas dapat masuk menjadi siswa di SMA Negeri 1 Cilacap.

Analisa Bencana yang sering muncul seperti Banjir

Siapa sih yang mengiinginkan bencana ? sudah barang pasti jawabnya tidak ada yang mengiinginkannya. Walaupun dengan adanya bencana ada sebagian orang yang memanfaatkan ivent ini untuk mencari uang. Bahkan banyak pula orang yang dengan sengaja menggelar panggung hiburan yang alasannya untuk mencari dana guna disumbangkan ke korban bencana, walaupun kenyataannya dana tersebut belum tentu akan sampai kepada para korban bencana yang menderita. Al hasil dana tersebut juga dipakai untuk kepentingan pribadi ataupun kelompoknya.
Manusia memang unik dan serba sulit ditebak apa sih kemauannya. Walaupun Pemerintah pusat ataupun daerah sudah membangun “drainase” guna mengantisi pasi luapan air jika turun hujan, namun dalam kesehariannya masyarakat kurang mensyukuri adanya pembangunan drainase ini, yang dianggapnya sebagai aliran sampah yang mudah terbawa air. Akibatnya saat hujan turun dengan intensitas sedang sampai tinggi maka aliran airpun akan tersumbat oleh sampah yang mengakibatkan luapan air hujan sehingga timbullah bencana banjir.
Kalau suatu daerah kategori dataran rendah seperti Jakarta, Semarang dan yang sejenisnya mungkin masih dianggap wajar bila terjadi banjir. Yang notabenenya banjir untuk daerah daerah rendah adalah banjir “Kiriman”, yang untuk kota Jakarta katanya banjir ini muncul atau terjadi karena adanya kiriman air hujan dari puncak Bogor.
Walaupun misalnya anggapan itu benar juga seharusnya tidak terjadi banjir jika drainase di kota Jakarta lancar mengalir ke laut. Memang kalau air dari puncak bogor karena turun hujan secara otomatis akan mencari daerah yang lebih rendah. Oleh karena itu kita tidak boleh mengklaim adanya banjir itu disebabkan oleh sistim kiriman air hujan. Ataupun kita juga dilarang kalau air hujan yang turun di dataran tinggi dilarang mengalir ke suatu daerah, karena itu milik orang lain. Ini yang tidak benar. Kayanya orang tidak bisa membendung air agar air tidak masuk ke Jakarta dari Puncak Bogor. Dengan mem back up ini daerah saya. Kita ini satu kesatuan wilayah. Satu negara lagi. Bahkan dengan lain negarapun kita manusia juga satu kesatuan. Jadi tidak ada istilah parsial di dalam menanggulangi turunnya air hujan. Itu sudah sunatullah. Makanya kita harus bersahabat dengan sesama manusia dimanapun berada. Kita ini satu dunia walaupun lain negara atau lain propinsi dan lain kabupaten atau kecamatan.
Untuk warga negara Indonesia yang terpenting didalam mengatasi banjir yang paling utama dan pertama adalah mengubah mindset untuk hidup bersih dan teratur. Kalau kita terbisa dengan budaya lama yang hidup dengan suka membuang sampah semaunya dan dimana saja, yang dianggapnya setiap jengkal tanah adalah tempat sampah ini yang harus dijadikan prioritas untuk dirubah. Budaya tidak teratur atau suka yang serba berantakan juga harus di kikis habis. Pola pola hidup seperti ini justru menjadi ajaran special didalam Islam. Namun mengapa kita yang notabenenya warga Muslim tapi mengapa pola hidup kita masih jorok dan serba berantakan. Namun budaya Islam ini telah disadap oleh negera negara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang yang notabenenya non muslim namun pola hidupnya sudah sesuai dengan ajaran Islam yang selalu mengutamakan hidup bersih dan teratur.

Musim Hujan Cilacap

Hujan adalah rahmat Tuhan, dengan hujan maka siklus kehidupan dapat berkelanjutan, sebab didalam organ tubuh makhluk hidup 90 % berupa air. Oleh karena itu makhluk hidup sangat tergantung pada air hujan.
Kalau lama tidak turun hujan seperti saat musim kemarau maka untuk pertama terjadi hujan dianggap orang sebagai suatu rahmat Tuhan. Namun jika sudah memasuki musim penghujan, dimana hampir tiap hari dapat turun hujan, orang beranggapan ini sudah “Siksaan Tuhan”.
Lagi pula saat terjadi hujan terlebih lagi kalau mau melakukan aktivitas tiba tiba turun hujan, ucapan orang sudah mulai banyak yang berubah yakni seperti seorang “penghianat”. Sebab dari mulutnya itulah keluar ucapan ucapan yang didengar tidak santun lagi. Mungkin karena kecewa bahwa aktivitasnya terganggu akibat turun hujan.
Sebagai negara kepulauan maka Indonesia akan memiliki jumlah laut yang lebih besar dari pada daratannya. Otomatis sebagai negara kepulauan Indonesia akan memiliki curah hujan yang tinggi dari pada negara negara benua. Seharusnya pola transportasi di Indonesia harus berbeda dengan negara negara benua. Hujan turun mestinya menjadi hal yang biasa dan bukan sebuah kendala.
Jika transportasi ini di kelola dengan profesional, maka musim hujan ibarat teman dalam kegiatan “perpindahan”.
Satu hal yang layak diwaspadai dalam menyongsong musim hujan adalah kasus timbulnya bencana. Bila hujan turun teramat deras, maka menyebabkan ikan yang hidup di laut, akan menyebar, sehingga perolehan hasil tangkapan praktis menurun

HUKUM ARISAN QUR’BAN MENURUT KONSEP ISLAM

Ada lagi pola berqurban yang banyak dilakukan oleh sebagian masyarakat, yaitu arisan qurban. Fenomena ini cukup banyak terjadi akhir-akhir ini. Tujuannya tentu untuk ibadah, tetapi bagaimana dengan hukumnya, tentu harus dibahas dengan lebih teliti.

Setidaknya ada dua hal yang perlu dibahas. Pertama, hukum arisan itu sendiri, ada yang halal dan ada yang haram. Kedua, hukum menyembelih hewan qurban dengan uang hutang.

1. Hukum Arisan

Prinsipnya, kalau sistem dan tata cara arisan itu halal, maka hukumnya cenderung jadi halal juga. Sebaliknya, bila sistem arisannya haram, karena mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam, maka arisan Qurban pun hukumnya haram juga.

Ada begitu banyak sistem dan tata cara arisan, kita tidak bisa langsung mengeluarkan vonis bahwa semua arisan itu halal atau sebaliknya. Tetapi harus kita bedah terlebih dahulu satu per satu pada masing-masing kasus.

a. Semua Harus Dapat Giliran Menang

Untuk membedakan antara arisan dengan perjudian, dalam arisan yang halal, prinsipnya semua anggota harus dapat giliran menang. Sehingga pada akhirnya tidak ada anggota yang untung atau rugi secara finansial, karena uang mereka tidak bertambah dan tidak berkurang.

Untuk memudahkannya, mari kita buat ilustrasi sederhana. Anggaplah ada sebuah permainan yang melibatkan tiga anggota. Hak dan kewajiban anggota permainan adalah membayar sejumlah uang tertentu pada tiap pengocokan. Setelah dikocok, maka yang namanya keluar adalah pemenang dan dia berhak mendapat uang dari ketiga anggota yang telah disetorkan.

Sampai disini, belum ada bedanya antara arisan dan perjudian. Dan kalau hanya sekali saja pengocokan itu dilakukan, maka arisan ini tidak lain adalah perjudian yang diharamkan.

Agar tidak haram, maka pengocokan itu harus berjalan sebanyak jumlah anggota permainan, dimana sistem dan tata caranya memastikan bahwa tiga orang pemain satu per satu harus mendapat giliran menang.

Maka yang namanya sudah keluar dan jadi pemenang, tidak boleh lagi diikutkan dalam pengocokan. Sehingga dari tiga kali pengocokan, keluarlah tiga pemenang yang berbeda.

Artinya dalam hal ini, fungsi pengocokan hanya sekedar menetapkan siapa yang berhak mengambil hadiah duluan, dan bila sudah pernah menang, dia tidak lagi berhak. Sedangkan dalam sebuah perjudian, pemenang ditentukan dari hasil pengocokan, namun si pemenang dimungkinkan untuk menang berkali-kali. Maka disitulah letak titik perbedaan utama antara arisan yang halal dan perjudian yang haram.

b. Nilai Setoran Tidak Boleh Berbeda Kemenangan

Arisan yang haram hukumnya adalah bila jumlah total uang yang disetorkan berbeda dengan nilai yang didapat ketika menang.

Sebagai contoh misalnya, hadiah buat pemenang arisan nilainya berubah-ubah pada tiap pengocokan. Pada pengocokan pertama, jumlah nilai bagi pemenang ditetapkan sebesar 30 ribu rupiah, maka masing-masing anggota dharuskan mengeluarkan uang 10 ribu rupiah.

Tiba-tiba pada pengocokan kedua, disepakati bahwa jumlahuang buat pemenang diubah menjadi 45 ribu rupiah, sehinggamasing-masing anggota harus mengeluarkan uang 15 ribu rupiah.

Dan pada pengocokan ketiga, disepakati bahwa uang buat pemenang ditetapkan hanya 24 ribu rupiah saja, sehingga masing-masing anggota cukup mengeluarkan uang sebesar 8 ribu.

Cara ini jelas haram hukumnya. Karena kalau kita kalkulasi secara total dari awal hingga akhir, ada pihak yang untung dan ada yang rugi. Selama tiga kali pengocokan, masing-masing anggota harus menyetorkan uang sebesar 10 ribu, ditambah 15 ribu dan 8 ribu, sama dengan 33 ribu.

Tetapi uang yang diterima oleh masing-masing pemenang ternyata berbeda. Pemenang yang mendapat giliran pertama mendapat 30 ribu, sedangkan pemenang giliran kedua mendapat 45 ribu dan pemenang giliran ketiga hanya mendapat 24 ribu. Cara ini 100% sama persis dengan perjudian, bahkan sesungguhnya ini adalah perjudian itu sendiri. Dan hukumnya jelas haram.

Maka hukum arisan qurban itu menjadi haram, bila pemenangnya dipastikan mendapatkan kambing, yang harganya tiap tahun selalu berubah. Tahun ini harganya 1,5 juta, boleh jadi tahun depan harganya naik menjadi 2 juta. Dan tahun-tahun ke depan, harganya mungkin mencapai 3 juta.

Kalau mau halal, yang dijadikan hadiah bukan kambingnya, melainkan uangnya. Dimana nilai uang itu tidak akan berubah tiap tahun.

Walau pun sebenarnya tetap saja arisan kambing qurban ini dirasa riskan dan beresiko. Sebab arisan ini pastinya hanya dikosong setahun sekali, kalau anggotanya ada 10 orang, maka akan terjadi hutang piutang yang jangka waktunya cukup lama.

Walau pun nilai uangnya tiap tahun sama, 2 juta rupiah misalnya, tetapi nilai 2 juta rupiah di tahun akan berbeda pada 10 tahun lagi. Dua juta ruiah di tahun ini bisa untuk membeli kambing, sedangkan 10 tahun lagi, uang 2 juta rupiah itu hanya bisa untuk membeli anak kambing.

Maka kalau mau aman, jangan arisan jangka panjang dengan menggunaka uang rupiah, tetap gunakan saja emas, atau mata uang asing yang lebih stabil seperti riyal atau dolar.

2. Berkurban Dengan Uang Hutang

Berquban dengan cara ikut arisan pada prinsipnya tidak lain adalah berkurban tetapi dengan uang yang didapat dari hutang. Dengan pengecualian buat pemenang giliran terakhir, dia tidak termasuk. Namun selain si pemenang terakhir, mulai dari pemenang pertama, kedua dan seterusnya, masuk hukumnya pada orang yang berkurban dengan uang hutang dari orang lain.

Pertanyaannya, bolehkah berkurban dengan uang hasil dari berhutang?

Jawabnya bahwa para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Ada pihak yang membolehkan dan ada yang tidak membolehkan.

a. Membolehkan

Di antara pihak yang membolehkan berqurban dengan uang hasil hutang adalah Imam Abu Hatim sebagaimana dinukil oleh Ibn Katsir dari Sufyan At Tsauri. Sufyan al-Tsauri rahimahullah mengatakan: “Dulu Abu Hatim pernah berhutang untuk membeli unta kurban. Beliau ditanya: “Apakah kamu berhutang untuk membeli unta kurban?” beliau jawab: “Saya mendengar

Allah berfirman:

“Kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya (unta-unta kurban tersebut).” (QS. Al Hajj: 36)

b. Tidak Membolehkan

Sebagian ulama lain menyarankan untuk mendahulukan pelunasan hutang dari pada berkurban. Artinya, tidak dianjurkan berhutang demi sekedar melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang hukumnya sunnah.

Syaikh Ibn Utsaimin mengatakan, “Jika orang punya hutang maka selayaknya mendahulukan pelunasan hutangnya daripada berkurban.” (Syarhul Mumti’, jilid 7 hal. 455)

Bahkan Beliau pernah ditanya tentang hukum orang yang  tidak jadi kurban karena uangnya diserahkan kepada temannya yang sedang terlilit hutang, dan beliau jawab, “Jika dihadapkan dua permasalahan antara berkurban atau melunasi hutang orang yang faqir maka lebih utama melunasi hutang tersebut, lebih-lebih jika orang yang sedang terlilit hutang tersebut adalah kerabat dekat.” (Majmu’ Fatawa & Risalah Ibn Utsaimin, jilid 18 hal. 144)

Sejatinya, pernyataan-pernyataan ulama di atas tidaklah saling bertentangan. Karena perbedaan ini didasari oleh perbedaan dalam memandang keadaan orang yang berhutang.

Sikap ulama yang menyarankan untuk berhutang ketika berqurban adalah untuk orang yang keadaanya mudah dalam melunasi hutang atau untuk hutang yang jatuh temponya masih panjang. Sedangkan anjuran sebagian ulama untuk mendahulukan pelunasan hutang daripada kurban adalah untuk orang yang kesulitan melunasi hutang atau pemiliknya meminta agar segera dilunasi.

Dengan demikian, jika arisan kurban kita golongkan sebagai hutang yang jatuh temponya panjang atau hutang yang mudah dilunasi maka berkurban dengan arisan adalah satu hal yang baik.