JUMBARA MADYA

Peserta jumbara Madya kontingen 14 asal sekolah SMP Negeri 2 Cilacap Divioleta Luminar Jannah, cukup berani dalam menghadapi iven iven lomba yang di suguhkan oleh pihak PMI

divi2

Divi peserta jumbara 2016 Madya Kab. Clp

Baru kali ini kegiatan JUMBARA (Jumpa Bakti dan Gembira) dilakukan oleh Divi yang diselenggarakan oleh pihak PMI. Jumbara yang selenggarakan setiap 2 tahun sekali itu, kali ini diselenggarakan di desa Pucung Kidul kecamatan Kroya. Walaupun tampak situasi kurang tertata dengan rapi, baik itu mengenai tertib acara maupun lokasi kegiatan lomba yang kurang Higienis, termasuk juga jauhnya dari tempat ibadah untuk yang muslim dalam melaksanakan sholat, namun iven ini tampak meriah dan dinamik.
Cuaca untuk tahun Jumbara 2016 ini sungguh kurang bersahabat, sebab sejak awal dibuka sampai dengan berakhir dengan penutupan seluruh peserta baik itu PMR Madya maupun PMR Wira (level SLTA), takluput dari guyuran air hujan, secara non stop. Sehingga peserta jumbara kali ini harus mondok diperumahan penduduk guna untuk tidur.
Namun demikian kestabilan semangat untuk berkompetisi dalam acara lomba tidaklah luntur. Ini adalah salah satu ciri positip para calon pengemban amanat bangsa di dunia kesehatan, yang tetap semangat walaupun terguyur dengan siraman air hujan.
Jumbara yang dibuka oleh Bupati Cilacap Tato Suwarto Pamuji ini belangsung dari tanggal 13 Oktober dan berakhir tanggall 16 oktober, selama 4 hari berturut turut cukup membawa kesan menyenangkan tersendiri.

Piagam Penghargaan DDS 75 Kali 2015 diperoleh

PENERIMA PENGHARGAAN 75 DDS 15Penghargaan DDS ke 75 kembali diraih oleh Bapak Chabib Junaedi pada tahun 2015 di Purwokerto, yang sebelumnya pada tahun 2007 juga pernah mendapat penghargaan DDS yang ke 50 di Semarang. Waktu delapan tahun ini cukup lancar menyumbangkan darah ke PMI sebagai rasa kemanusiaan, disamping juga untuk kesehatan.
Usia yang diberikan Allah SWT, pada penerimaan penghargaan ke 75 DDS PMIHOTEL HORIZON PWT Jawa Tengah 2015 ini adalah 49 tahun, 7 bulan, 4 hari. Semoga darah yang di sumbangkan ini dapat menambah amal jariah, yang mengalir selamanya. Amiin. Dan penghargaan ke 75 DDS ini adalah yang tertinggi untuk tingkat propinsi. Jadi sudah tidak ada lagi penghargaan lain yang akan diberikan pada zona propinsi. Yang ada adalah pada tingkat pusat yaitu penghargaan yang ke 100 DDS lingkup Nasional.
Foto1050JAMUAN DDS 75Piagam penghargaan ke 75 DDS tingkat Propinsi Jawa Tengah, yang diraih oleh Bapak Chabib Junaedi ini dilaksanakan di Purwokerta pada tanggal 27 September 2015, hari Minggu pagi, di Hotel Horison Purwoketo. Iven ini bertepatan dengan peringatan HUT PMI yang ke 70 tahun 2015.
PMI dibentuk satu bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1945, yang tepatnya pada tanggal 17 September 1945.
Upacara pembagian penghargaan DDS ke 50 dan 75 tingkat propinsi jawa tengah, yang dipusatkan di Hotel Horison Purwokerto. Dibuka oleh ketua PMI Jawa Tengah, Dr. Imam Riyanto. Dan dihadiri oleh pengurus PMI pusat Bapak Sasongko, M.Si. Wakil Gubernur Jawa Tengah, pengurus PMI se Jawa Tengah, Sponsor dari White Coffee, Jarum Foundation dan Bank Jateng, Peserta Penerima DDS 50 dan 75 sebanyak 754 orang (203 adalah DDS ke 75), sekolah penerima penghargaan, Bupati Banyumas serta Bapak Kapolda.
GRUP KERONCONGAcara ini dibuka dengan suguhan tarian “Adiningtyas” dari sanggar tari “Graha Mustika” Purwokerto. Serta hiburan live dari grup Musik Keroncong “Universitas Jenderal Soedirman” Purwokerto dan grup lawakan Banyumasan Sopsan.
Menurut ketua PMI Propinsi Jawa Tengah, Jawa Tengah selama semester pertama 2015 telah mampu menyediakan kebutuhan darah 99% untuk para pasien yang membutuhkan transfusi darah. Ini merupakan sebuah prestasi yang membanggakan. Hal lain yang membanggakan pendonor pendonor saat ini 47% adalah usia muda. Dari sisi pekerjaan 30% adalah Pegawai Negeri Sipil. Dan dari segi kelamin 74% didominasi laki laki.
PMI masih terus berupaya menggalang penyediaan darah dengan memberikan Foto1047ketrampilan di bidang PMR baik MADYA maupun WIRA ke berbagai sekolah. Dan sekolah sekolah yang sudah memiliki PMR ini diadakan lomba keterampilan PMR MADYA dan WIRA. Sekolah yang berhasil meraih kemenangan di beri piagam dan uang pembinaan.
Ketua PMI Jawa Tengah juga mengucapkan terima kasih kepada Pemprop Jateng, yang telah menghibahkan dana sebesar 9 Milyar rupiah. Yang telah dialokasikan 7 milyar untuk penyediaan sarpras dan sisanya untuk meningkatkan uji kompetensi dan pembinaan termasuk penyelenggaraan pemberian penghargaan DDS 50 dan 75 ini di Hotel Horison Purwokerto.
PMI Jateng juga sudah menjalin kerja sama dengan lembaga yang sejenis di Amerika Serikat dan Singapura

Masyarakat mengklaim kalau biaya Sekolah di Kabupaten Cilacap relatif mahal

Masyarakat di Kabupaten Cilacap menilai bahwa biaya Sekolah untuk sekolah lanjutan relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan Kabupaten lainnya di Jawa Tengah. Hal ini terungkap pada para orang tua yang putra putrinya harus mendaftar ulang karena sudah dinyatakan diterima pada Sekolah Negeri yang menjadi pilihannya.
Orang tua wali murid tidak balance-nya kalau nilai keuangan pada pembelian seragam begitu mahalnya bila dibandingkan dengan seragam sekolah yang diterima.
Seharusnya memang anggota DPRD secepatnya harus turun tangan, menangani masalah ini dalam acara sidak daftar ulang siswa baru di berbagai sekolah khususnya sekolah sekolah negeri.
Kemudian Komite Sekolah saat ini memang sudah bukan lagi suatu lembaga yang harus membela hak hak rakyat khususnya orang tua yang putra putrinya masih mengenyam pendidikan di suatu sekolah. Namun Komite sekolah berubah fungsi hanya sebagai lembaga “legalisasi” terhadap semua kepentingan Sekolah dengan tidak membantu menyuarakan hak hak para orang tua wali siswa /siswi yang dirudung kesulitan karena pola kebijakan Sekolah yang sudah tidak sesuai lagi dengan Undang undang dasar dan sisdiknas

GRANDYFORCETA DAN DIVIOLETA LUMINAR JANNAH AKHIRNYA DAPAT SEKOLAH YANG DIINGINKAN

Divi Sekarang sudah kelas 3 SD

Divi Sekarang jadi siswi SMP Negeri 2 Cilacap

Sunatan Grandyforceta

Grandyforceta ( Andy )
kini jadi siswa SMA Negeri 3 Cilacap

Grandyforceta atau Andy dan Divioleta Luminar Jannah atau Divi, akhirnya menemukan tempat belajar yang diinginkan. Keduanya lolos seleksi setelah hampir empat hari lamanya beradu memperebutkan tempat belajar di sekolah yang menjadi dambaannya.
Untuk Divi mungkin saingan masuk tidak terlalu ketat dan menimbulkan perubahan detak jantung. Sebab sejak awal pendaftaran masuk posisinya terus berada di titik aman. Hal ini mengakibatkan Divi jadi merasa lebih percaya diri didalam melangkah,  akan menjadi siswi SMP Negeri 2 Cilacap.
Namun kondisi ini jauh berbeda dengan yang dialami oleh Andy, yang sejak awal mau membeli formulir SMA Negeri 1 Cilacap saja sudah ada rasa tidak percaya diri. Walaupun demikian formulirpun tetap dibeli dan berkompetisi dengan siswa siswi lulusan SMP lainnya. Namun apa boleh dikata pada hari kedua pendaftaran SMA Negeri 1 Cilacap diserbu oleh para pendaftar dari luar kabupaten Cilacap. Mereka kebanyakan datang dari Purwokerto, Banyumas, Wangon dengan nota bene bernem tinggi. Akhirnya situasinyapun berkata lain Andy-pun tersisih dalam arus kompetisi.
Dengan berat hati akhirnya berkaspun harus di cabut dan melangkah ke SMA Negeri 3 Cilacap. Bagaimanapun pesaing pesaing nem yang masih tinggipun banyak yang migrasi ke SMA Negeri 3 Cilacap. Namun berkat ridho dari Allah lah Andypun dapat bertahan dan akhirnya masuk menjadi siswa baru SMA Negeri 3 Cilacap.
Semoga keduanya baik Andy dan Divi akan lebih giat lagi untuk belajar, sehingga dapat berprestasi lebih baik lagi. Dan suksespun akan menjadi sebuah waktu penantian yang dapat diunduh pada waktu waktu mendatang. Amiin

DIVIOLETA LUMINAR JANNAH LULUS SD 04 TEGALREJA

Divi Sekarang sudah kelas 3 SD

Divi Alumnus SDN 04 Tegalreja Cilacap 2015

Tahun ini Divi yang nama lengkapnya Divioleta Luminar Jannah dapat lulus dari ujian sekolah dan ujian berstandar Nasional dari SD Negeri 04 Tegalreja Cilacap. Dengan perolehan Nilai Evaluasi Murni (NEM) 23,67, Divi panggilan sehari harinya berkeinginan untuk masuk belajar di SMP Negeri 2 Cilacap, yang menapak tilas kakaknya yang pada tahun ini juga telah purna widya pratama dari SMP Negeri 2 Cilacap tersebut.
Walaupun banyak pula teman teman sekelasnya yang beda keinginan, yang ingin belajar di SMP Negeri 6 Cilacap, Divi tetap mengkokohkan dirinya untuk ingin masuk ke SMP Negeri 2 Cilacap. Alasan utama bagi Divi mengapa ingin masuk ke SMP Negeri 2 Cilacap, yang pertama mudah dalam transportasi, yang mana dari Jl. MT Haryono, lurus ke Selatan 500 meter sudah sampai di SMP Negeri 2 Cilacap. Dapat di tempuh dalam waktu yang singkat, hal ini terjadi jika terjadi kesiangan maka dengan cepat dan mudah akan cepat sampai ke sekolah. Yang ketiga mengikuti jejak kakaknya.
Divi tahun ini memang berhasil menyandang STTB SD, yang merupakan ijazah kedua, yang mana ijazah pertamnya adalah dari TK Aisyiah 11, enam tahun silam. Divi yang lahir 27 Januari 2003 ini kata sih ingin jadi guru, seperti Bapaknya, yang saat ini masih mengajar di MAN Kroya.

GRANDYFORCETA LULUS SMP NEGERI 2 CILACAP

PURNAWIDYA PRATAMA

PURNAWIDYA PRATAMA

Hari ini tanggal 13 Juni 2015, merupakan hari yang cukup bersejarah bagi Grandyforceta, sebab bertepatan dengan pengumuman hasil kelulusan di tingkat Sekolah Menengah Pertama, pada sekolah SMP Negeri 2 Cilacap. Liku liku perjalanan pembelajaran sejak dari kelas 7 sampai dengan kelas IX memang cukup beragam dan penuh dengan dinamika. Disamping itu di saat saat mau menjelang ujian pun seperti yang pernah terjadi di SD dulu juga muncul kembali yakni sakit. Demam yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan ada iven tryout yang tidak diikuti. Sedangkan tryout itu sendiri sangat penting di dalam mengukur kwalitas materi yang dikuasai selam belajar 3 tahun lamanya di SMP Negeri 2 Cilacap.
Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN) dicapai 306,6. Atau rata rata nilai 4 (empat) mapel ujian Nasional, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA adalah 76,65 ya dibulatkan 77,7. Kata Pak Agus guru mapel TIK mengatakan rata rata nilai UN dicapai 78. Maka kwalitas dari Grandyforceta ini tepat pada jalur rata rata.
Dengan telah diterbitkannya SHUN (surat hasil ujian nasional) dan juga SHUS (surat hasil ujian sekolah), kepadanya sudah diperkenankan untuk dapat memilih dan mendaftar menjadi siswa baru tingkat lanjutan atas.
Rencana keinginan sejak dari sebelum kelulusan adalah ingin menjadi siswa baru di SMA Negeri 1 Cilacap. Namun kata banyak orang kalau NHUN berada pada kisaran 30 sampai 32 lebih cocok kalau mendaftar ke SMA Negeri 3 Cilacap. Namun kalau NHUN 32 ke atas dapat masuk menjadi siswa di SMA Negeri 1 Cilacap.

Analisa Bencana yang sering muncul seperti Banjir

Siapa sih yang mengiinginkan bencana ? sudah barang pasti jawabnya tidak ada yang mengiinginkannya. Walaupun dengan adanya bencana ada sebagian orang yang memanfaatkan ivent ini untuk mencari uang. Bahkan banyak pula orang yang dengan sengaja menggelar panggung hiburan yang alasannya untuk mencari dana guna disumbangkan ke korban bencana, walaupun kenyataannya dana tersebut belum tentu akan sampai kepada para korban bencana yang menderita. Al hasil dana tersebut juga dipakai untuk kepentingan pribadi ataupun kelompoknya.
Manusia memang unik dan serba sulit ditebak apa sih kemauannya. Walaupun Pemerintah pusat ataupun daerah sudah membangun “drainase” guna mengantisi pasi luapan air jika turun hujan, namun dalam kesehariannya masyarakat kurang mensyukuri adanya pembangunan drainase ini, yang dianggapnya sebagai aliran sampah yang mudah terbawa air. Akibatnya saat hujan turun dengan intensitas sedang sampai tinggi maka aliran airpun akan tersumbat oleh sampah yang mengakibatkan luapan air hujan sehingga timbullah bencana banjir.
Kalau suatu daerah kategori dataran rendah seperti Jakarta, Semarang dan yang sejenisnya mungkin masih dianggap wajar bila terjadi banjir. Yang notabenenya banjir untuk daerah daerah rendah adalah banjir “Kiriman”, yang untuk kota Jakarta katanya banjir ini muncul atau terjadi karena adanya kiriman air hujan dari puncak Bogor.
Walaupun misalnya anggapan itu benar juga seharusnya tidak terjadi banjir jika drainase di kota Jakarta lancar mengalir ke laut. Memang kalau air dari puncak bogor karena turun hujan secara otomatis akan mencari daerah yang lebih rendah. Oleh karena itu kita tidak boleh mengklaim adanya banjir itu disebabkan oleh sistim kiriman air hujan. Ataupun kita juga dilarang kalau air hujan yang turun di dataran tinggi dilarang mengalir ke suatu daerah, karena itu milik orang lain. Ini yang tidak benar. Kayanya orang tidak bisa membendung air agar air tidak masuk ke Jakarta dari Puncak Bogor. Dengan mem back up ini daerah saya. Kita ini satu kesatuan wilayah. Satu negara lagi. Bahkan dengan lain negarapun kita manusia juga satu kesatuan. Jadi tidak ada istilah parsial di dalam menanggulangi turunnya air hujan. Itu sudah sunatullah. Makanya kita harus bersahabat dengan sesama manusia dimanapun berada. Kita ini satu dunia walaupun lain negara atau lain propinsi dan lain kabupaten atau kecamatan.
Untuk warga negara Indonesia yang terpenting didalam mengatasi banjir yang paling utama dan pertama adalah mengubah mindset untuk hidup bersih dan teratur. Kalau kita terbisa dengan budaya lama yang hidup dengan suka membuang sampah semaunya dan dimana saja, yang dianggapnya setiap jengkal tanah adalah tempat sampah ini yang harus dijadikan prioritas untuk dirubah. Budaya tidak teratur atau suka yang serba berantakan juga harus di kikis habis. Pola pola hidup seperti ini justru menjadi ajaran special didalam Islam. Namun mengapa kita yang notabenenya warga Muslim tapi mengapa pola hidup kita masih jorok dan serba berantakan. Namun budaya Islam ini telah disadap oleh negera negara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang yang notabenenya non muslim namun pola hidupnya sudah sesuai dengan ajaran Islam yang selalu mengutamakan hidup bersih dan teratur.