WASPADA ISIS

Isis adalah kepanjangan dari Islamic of State Irak dan Siria. Paham ini muncul karena di Irak dan Siria kondisinya labil akibat dari perang saudara yang berkepanjangan. Kondisi yang serba tidak menentu itu para kelompok radikal disana berkeinginan membuat negara dalam negara dalam bentuk kekhalifaan.
Padahal saat ini kekhalifaan sudah tidak ada lagi dan sudah tidak cocok lagi dengan zaman yang serba tanpa batas ini.
Pemaksaan membentuk negara di dalam sebuah negaa adalah sebuah tindakan yang biadab. Hal ini akan memicu keresahan dan konflik.
Oleh karena itu di Indonesia faham ISIS akan banyak ditentang. Sebab selain hal ini bertentangan dengan syariat Islam juga promosi paham ini tidak menarik. Indonesia memang bukan Negara Islam, namun Indonesia mempunyai Pancasila. Semua warga negara apapun agamanya akan dilindungi Negara dan kepadanya dibebaskan untuk menjalankan semua ajaran agama yang di anutnya.
Oleh karena itu hidup di Indonesia sangat nyaman dan membuat kerasan kepada siapa saja yang hidup di Indonesia, Indonesia adalah negara hukum dan semua warga negara sama kedudukannya di hadapan hukum. Indonesia adalah bentuk Republik bukan khalifah ataupun kerajaan.
Walaupun ISIS mengatasnamakan agama dalam slogan slogannya. Namun penganut ISIS tidak pernah mencerminkan pola hidup sebagai seorang Muslim. Mereka lebih suka mengumbar nafsu dan angkara murka. Sehingga mereka pantas kalau harus diperangi untuk dibinasakan.
Perbuatan biadab bukan ciri seorang Muslim. Sebab Muslim yang sejati dimanapun berada akan menimbulkan kedamaian. Sedangkan orang maupun kelompok orang yang dalam hidupnya selalu membuat konflik dan kekerasan maka kelompok ini sama dengan teroris

KEMERDEKAAN RI KE 69

logo-hut-ke-69-kemerdekaan-indonesia

CHABIB JUNAEDI KOMENTAR KEMERDEKAAN RI KE 69

CHABIB JUNAEDI KOMENTAR KEMERDEKAAN RI KE 69

Kemerdekaan RI di tahun 2014 telah memasuki usia yang ke 69, suatu usia yang sudah tidak tergolong muda. Ini adalah untuk menikmati hasil perjuangan yang sudah direbut dengan susah payah dari para penjajah, seperti Belanda, Portugis, Inggris dan Jepang. Sehingga usia ini sudah tidak pada tempatnya lagi seharusnya kalau bangsa Indonesia harus masih berjuang untuk menggapai kesejah teraan. Mestinya dalam usia ini sudah harus sejahtera. Karena kekayaan alam Indonesia sangat melimpah dan alam kemerdekaan ini juga sudah cukup lama dinikmati.
Kita lihat saja Jepang sama sama hancur pada tahun 1945 karena di bom atom oleh sekutu di kota Herosima dan Nagasaki, namun dalam usia yang sama dengan Indonesia Jepang saat ini katagori Negara Maju bukan berkembang. Sedangkan Indonesia masih negara yang harus menata dalam rangka menuju kesejahteraan. Mengapa demikian ?
Para pejuang bangsa Indonesia sudah memberikan warisan tanah leluhur yang sangat luas yang terbentang dari sabang hingga ke meraoke. Dan didalamnya terdapat daratan dan lautan yang terhampar luas dengan segenap kekayaan alamnya. Semua itu adalah untuk kesejahteraan seluruh Bangsa Indonesia. Namun kenyataannya banyak dari tanah leluhur Bangsa Indonesia yang sudah secaa syah masuk ke dalam wilayah teritorial Bangsa Indonesia masih ada saja yang harus lepas karena di caplok oleh Bangsa Lain. Seperti Malaysa, Cina dan juga Amerika Serikat. Mestinya tidak ada sejengkal tanahpun yang dengan mudah dilepas dan diakui oleh bangsa lain. Dan ini harusnya  dibayar dengan nyawa dan tetes darah terakhir bila  perundingan mengalami jalan buntu.
Masalah yang lain adalah soal kekayaan Indonesia. Hingga saat ini kita memang menjalain mitra kerja dengan bangsa lain seperti Cina, Korea, Amerika dan jepang. Namun realisasi kerja sama itu kita selalu kalah sebagai bangsa yang selalu merugi baik dalam hal ekplorasi penambangan maupun dalam hal bagi hasil secara busness.
Mestinya semua kerja sama dengan bangsa lain itu harus dihentikan dan diambil alih oleh bangsa Indonesia sendiri sebagai bangsa yang mandiri. Sudah terlalu banyak kerugian ekplorasi barang tambang yang seakan akan terkuras masuk ke negara lain. Bahkan termasuk kerja sama pembangkit listrikpun juga kita selalu dalam kondisi yang merugi, baik dalam hal MOU maupun dalam operasionalisainya.
Masalah interenpun di dalam negeri seperti korupsi dan sejenisnya masih tumbuh subur dan entah kapan mau berakhir.
Sungguh memilukan memang, usia merdeka yang sudah 69 tahun namun kemiskinan masih sangat banyak, kebobrokan mental juga makin meraja lela, bidang pendidikan juga masih mencontoh dan mencoba dari konsep negara lain. Inikah cara kita didalam mengisi kemerdekaan yang berkurun waktu 69 tahun ?
Kita tentunya tidak ingin di cap sebagai penghianat bangsa, untuk itu mari kita rubah mainset kita tentang mengisi kemerdekaan dari konsep yang semula konsumtip menjadi konsep yang produktip, dari agen pengguna menjadi agen pencipta dan dari bangsa yang tergantung bangsa lian menjadi bangsa yang mandiri.
Demikian selamat ber HUT RI ke 69

KELUARGA KUNINGAN KUNJUNGI MAKAM

Sobir Arbangi, S.SiT

Sobir Arbangi, S.SiT

Chabib Junaedi, S.Pd

Chabib Junaedi, S.Pd

Kemarin keluarga kuningan Nunung Agus mengunjungi makam bapak Mualip di tanah pemakaman umum Karang Suci Cilacap. Keluarga Nunung Agus ini sengaja datang ke Cilacap, karena memang sudah cukup lama mereka tidak menengok makam Bapak Mualip arkhamakumullah.
Keluarga kuningan ini tampaknya tidak memanfaatkan momen silaturahmi ini karena tampaknya ada yang disembunyikan perihal kedatangannya di Cilacap. Kemungkinan mereka lagi ribut soal tanah, entah tanah mana yang dimaksud. Sebab saat datang di Jl. Kranji Tegalreja mereka kok menanyakan hal SPPT, kepada adik kandungku Sobir Arbangi.
Mestinya momen idul fitri ini mutlak hanya untuk saling maaf memaafkan atas segala kesalahan dan juga untuk melepas rindu karena sudah sekian lama tidak ketemu.

Setelah bertolak dari makam dengan sangat terburu buru, keluarga Kuningan ini tidak mau kembali ke persinggahan semula di Kranji Tegalreja Cilacap, namaun berbegebas ingin ke tempat lain dan juga wisata dan langsung pulang. Padahal kedatangan mereka baru kurang lebih dibawah satu jam.
Keluarga Kuningan Jawa Barat ini sampai sekarang telah dikaruniai tiga orang anak yang semuanya laki laki dan sudah menginjak remaja dan dewasa. Namun keluarga beda kota ini tampaknya tidak begitu akrab dengan keluarga di Cilacap, baik itu saat orang tua masih hidup samapi saat ini orang tua sudah tiada.
Tidak hanya di antar kota Cilacap dan Kuningan. Di desa nyakra saja tempat kakek dan nenek berasal terdapat dua kubu yang tidak mesra. Hal ini mengakibatkan hubungan antar saudara ini hampa. Walaupun kalau duduk berdekatanpun mereka dapat tersenyum.
Secara pasti penulis tidak bisa menulis penyebab secara pasti namun hanya dapat menulis tentang efek hubungan antar

Ibu RT 07 RW V Tegalreja CLP

Sri Djumini

. dan inter saudara.
Istriku Sri Djumini juga kaget dengan lebaran tahun ini yang katanya kedatangan tamu dari Kuningan Jawa Barat. Sebab bila keluarga Kuningan mau kembali barang sebentar saja ke Kranji syukur syukur mau mampir ke Jalan Nuri Timur Tegalreja ini akan ikut memberi suguhan ada kadarnya dalam rangka menyambut tamu jauh dari Kuningan Jawa Barat ini. Namun apa yang diprediksi semula semua jadi tidak berkesan dan berefek menyebalkan. Untuk tahun depan katanya kalau mau datang bila hanya ingin ke makam ya ke makam saja sekaliayan nggak usah memberi tahu mampir.

Semoga di tahun tahun mendatang akan ada perubahan. Itu yang diharapkan sebab antara keluarga di Cilacap, Majenang dan Kuningan tampaknya sudah saling lepas. Namun itulah yang terjadi

MALAM TAKBIRAN

mIMG_1216IMG_1217 Malam takbiran begitu meriah dengan adanya takbir keliling. Sejak adanya kesepatan bahwa lebaran Idul Fitri 1435 H sudah ditetapkan oleh Pemerintah maka langsung Remaja Masjid di Jl. Nuri Timur bergembira ria dengan mengadakan pawai takbir kelilinng.

Pawai takbiran ini tampaknya lebih sedikit pesertanya karena persiapan yang kurang sempurna dari pengelola takbir keliling. Selain jumlah peserta yang lebih sedikit juga tampilannya tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Hal inilah mengapa kondisinya tampak statis yang tanpa ada perubahan. Oleh karena itu perubhan itu penting biar menambah semanat dari yang akan melaksanakan takbiran. Tidak hanya itu rute untuk takbiranpun jauh berbeda dari tahun yang lalu. Ini hanya berkisar sejalur RW saja dan sudah kembali ke dalam Masjid.
Tidak itu saja para remaja Masjid juga tampak lebih sunang untuk bermain sendiri dari pada untuk mengumandangkan takbir

IDUL FITRI 1435 H

Lebaran atau lebih di kenal Hari Raya Idul Fitri untuk masyarakat Indonesia memang punya makna yang tersendiri. Hal ini ditandai dengan banyaknya kaum Muslimin dan juga Muslimat yang mudik atau mengunjungi para orang tua mereka di kampung halaman.
Tradisi ini sudah berlangsung puluhan tuhun yang lalu dan sampai sekarang masih terus bertahan. Walaupun alat komunikasi sebenarnya juga dapat digunakan untuk menjembatani antara dirinya dengan orang tua, namun hal ini tidak memudarkan mereka untuk tetap pulang kampung.
Hal inilah yang menyebabkan perayaan Idul Fitri di Indonesia begitu meriah dan begitu semarak dari pada Idul Fitri di Tanah Arab
IMG_1229Kegembiraan ini tampak khususnya pada anak anak yang saat tiba Idul Fitri harus memakai baju dan sandal baru. Demikian juga pada remaja keceriaan ini tampak menghiasi wajah mereka saat buka puasa terakhir di bulan Ramadhan. Orang tuapun juga tampak gembira dengan telah mendapatkan tunjangan gaji satu bulan penuh yang disebut dengan THR. Pokoknya menjelang dan pada saat Idul Fitri semua kaum Muslimin dan Muslimat begitu gembira dan bahagia.
Padahal menurut Syariat Agama orang yang berbahagia di malam Idul Fitri adalah mereka yang merasa puasanya sesuai dengan syariat, tidak ada yang ketinggalan, ibadah tarawih dan Tadarusnya juga optimal di bulan Ramadhan dan yang paling penting adalah diampuni dosa dosanya oleh Allah rabbul Alamin.IMG_1175

Mari kita lihat keluarga Pak Chabib Junaedi yang pada lebaran tahun ini terasa berbeda dengan tahun tahun sebelumnya. Tahun ini kelihatannya lebih sepi bila dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena banyak dari saudara saudara Pak Chabib Junaedi yang harus menghadap Allah sebelum Ramadhan datang, seperti Pak Sumarso. mbah Giyah, Pak Ajid dan lainnya yang semua ini menjadikan lebaran tahun ini harus istirahat dari kegiatan Mudik mengunjungi para orang tua. Walaupun sebenarnya hal ini tidak diinnginkan namun kita tetap mengikhlaskan sebagai sebuah keputusan Allah SWTProsesi Wisuda TPQ ANNUR 012Kita hanya dapat mengumadangkan doa semoga arwah para oang tua ini mendapat tempat yang layak disisi Allah sesuai dengan amal perbuatannya serta diampuni dosa dosa mereka sehingga mudah mendapat rahmat Allah untuk memasuki surganya Allah robbul alamin. Walaupun lebaran terasa sepi meskipun yang mudik juga tak kalah banyaknya kita berharap kebahagiaan ini tetap menyelimuti kita semua. Taqobalallahuminna wamingkum minal aizin wal fa idziin

UJIAN NASIONAL MASIH BARANG YANG MENAKUTKAN !

Keluarga besar Chabib Junaedi

Berkomentar UN

Ujian Nasional baru saja digelar untuk tingkat SMA/MA tiga hari yang lalu atau tepatnya dari tanggal 14 April 2014 sampai dengan 16 April 2014 sedangkan untuk tingkat SMP/MTs akan digelar pada tanggal 5 Meri 2014 mendatang.
Ujian Nasional memang sudah sering digelar, aliyas setiap tahun, namun hasil dari yang didapatkan terhadap ujian ini memang belum pernah dievalusai secara komprehensif. Dari sebelumnya ujian ini katanya hanya untuk pemetaan namun saat ini adalah vonis terhadap kelulusan siswa. Seolah pengajar mapel UN tidak diberi kewenangan untuk ikut urun rembug tentang hasil kelulusan evaluasi ini, karena sudah ditentukan oleh pusat akan kelulusannya.
Jika anak didik asuhannya lulus, secara otomatis para pengajar mapel UN ini merasa lega dan puas, sebab apa yang selama ini diprogramkan menuai hasil yang menyenangkan yaitu LULUS ujian. Namun jika yang terjadi sebaliknya para pengajar mapel UN ini merasa kecewa mengapa hal ini menimpa anak asuhannya yang selama 3 ( tahun ) lamanya di didik dan di ajari materi mapel UN tersebut.
Saya tidak tahu apakah soal paketan untuk suatu sekolah ini sudah dievaluasi tentang kondisi siswa dari setiap wilayah, sudah dievaluasi tentang kelengkapan peralatan belajar siswa atau belum, sudah dievaluasi tentang tenaga pengajarnya memang benar benar profesional dengan mapel UN yang diembannya atau belum. sudah dievaluasi tentang konsdisi perpustakaannya apakah memang sudah standar atau belum dan sudah divaluasi tentang kondisi masyarakat setempat apakah memang termasuk masyarakat pelajar, pedagang atau masyarakat yang tetinggal.
Mestinya setiap tahun ada evaluasi terhadap semua kriteria tersebut. Sehingga UN bukan merupakan komoditi bisnis belaka namun juga mencakup tentang kemampuan dan budaya serta adat setempat. Sekolah sekolah yang kategori kurang, mestinya ada pembinaan untuk meningkatkan mutu dari segi tenaga pengajar sampai masalah perbukuan yang semakin pelik.
Dalam kenyataannya anak yang lulus saja masih belum dipercaya oleh lembaga pemakai lulusan apakah itu diperusahaan, apakah itu diperintahan atau pun juga di dalam masyarakat tehnik lainnya. Akibatnya kelompok kelompok tersebut masih harus menguji lagi apakah lulusan UN ini pantas atau tidak untuk dikaryakan diperusahaannya atau diusahanya maupun juga di bidang pekerjaan kantor kantor pemerintah.
Kalau lembaga lembaga pemakai kululusan UN ini saja masih sangsi terhadap lulusan UN ini, mengapa Sekolah/Madrasah serta BSNP tidak pernah mengambil langkah langkah yang jitu agar lulusannya siap pakai?
Lalu untuk apa UN setiap tahun digelar dengan memakan anggaran milyaran rupiah, namun belum mendapat kepercayaan dari masyarakat terhadap hasil dari lulusannya ? Apakah sistemnya yang salah, apakah prosedurnya yang salah, atau apakah kegiatan ini tidak pernah mendapat lisensi dari lembaga lembaga pemakai lulusan UN ?
Selama ini UN masih merupakan barang yang menakutkan sekaligus membuat depresi siswa.
Lalu bagaimana cara merubah menset masyarakat bahwa UN adalah hal yang merupakan sebuah kebutuhan sekaligus penjamin kwalitas lulusan sehingga siap pakai !

PEMILU LEGISLATIF 2014

CHABIB JUNAEDI KOMENTAR PEMILU LEGISLATIF

CHABIB JUNAEDI KOMENTAR PEMILU LEGISLATIF

Pemilu untuk memilih anggauta DPR RI, DPRD I, dan DPRD II serta DPD akan segera digelar pada hari Rabu, 9 April 2014. Kesemarakan menyongsong kegiatan ini sudah mulai menggema sejak digelarnya kampanye di berbagai daerah di wilayah Indonesia, oleh para kontestan Pemilu yang tergabung dalam 12 Partai Pemilu yang sudah jadi ketetapan KPU selaku penyelenggara Pemilu tingkat Nasional tahun penyelenggaraan 2014 dan akan mencapai puncaknya pada hari Rabu, 9 April 2014.
Sudah lebih dari 3 (kali) penyelenggaraan Pemilu digelar, untuk menentukan nasib bangsa ini untuk kurun waktu paketan lima tahun sekali ini, namun sampai saat ini pemerintahan yang terjadi belumlah seperti apa yang diharapkan oleh banyak orang khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.
Bangsa Indonesia pasca lepasnya orde Baru di tahun 1998, masih dirundung oleh kesibukan koruptor didalam menggerogoti uang negara, Kemiskinan yang masih belum teratasi maksimal, barang konsumsi kebutuhan pokok yang masih mahal yang belum terjangkau oleh rakyat miskin, Pengangguran yang masih banyak, Biaya pendidikan yang masih tinggi sehingga banyak anak anak usia sekolah masih banyak yang belum seluruhnya mengeyam pendidikan yang optimal. Tidak hanya itu masalah penegakkan hukum juga masih tajam ke bawah belum tajam ke segala arah, sehingga banyak warga negara yang tidak mempunyai uang banyak masih menjadi korban penegakkan hukum.
Kasus perbatasan negara dengan negara lain juga masih lemah sebab bangsa lain merasa leluasa untuk merebut wilayah jengkal tanah dari pulau pulau terluar Indonesia yang diklaim sebagai milik mereka. Mengapa bangsa Indonesia masih diam saja dalam soal pertahanan mempertahankan wilayah tanah air ini ?
Kasus Daging Sapi juga sampai saat ini belum mencapai titik menggembirakan sebab harga daging Sapi masih terlalu mahal. Padahal kebutuhan akan protein hewani sangat penting khususnya bagi generasi penerus bangsa ini yang masih anak anak yang dalam pertumbuhan, harus terganjal tidak bisa makan daging Sapi karena daging Sapi sangat melambung tinggi.
Akibat dari mahalnya daging Sapi yang mahal ini banyak para pedagang seperti Bakso dan sejenisnya ikut ikutan nakal dengan mengganti daging Sapi dengan daging Babi, daging Tikus Wirok dan daging haram lainnya. Sungguh sangat memprihatinkan kehidupan setelah lengsernya Orde Baru sampai saat ini.
Mengapa wakil rakyat di DPR baik dipusat maupun di daerah belum berubah dengan jaman DPR diera Soeharto ? Padahal mereka yang menurunkan Soeharto, dan menggantinya dengan nama orde Reformasi namun kenyataannya malah lebih parah dari kondisi di jaman Soeharto !
Katanya Soeharto koruptor dan antek anteknya tapi mengapa di era Reformasi malah lebih parah dan tambah berani lagi dalam hal kasus korupsi ini !
Wakil rakyat seharusnya tidak usah diajari hukum, mestinya juga sudah harus tahu kalau korupsi ini membahayakan kehidupan bernegera. Kalau para calon wakil rakyat ini tidak bisa memimpin bangsa ini mbok ya mundur saja sebelum disumpah sebagai pejabat negara.
Mewakili rakyat di DPR mestinya harus berjuang memikirkan nasib rakyat. Bukan bekerja sebagai karyawan DPR dengan menuntut gaji yang besar, dan berencana untuk jadi koruptor.
Mestinya untuk jadi calon wakil rakyat harus sudah pernah jadi rakyat miskin, yang berjuang untuk merubah kemiskinan. Harus berasal dari rakyat biasa yang bodoh yang berjuang merubah kebodohannya melalui kerja keras belajar bukan beli ijazah. Pernah hidup melarat dan berjuang untuk merubah nasibnya dengan ilmu yang dimilikinya dengan kerja keras, bukan main tipu daya dengan merubah kuitansi untuk memperkaya diri sendiri.