PEMILU LEGISLATIF 2014

CHABIB JUNAEDI KOMENTAR PEMILU LEGISLATIF

CHABIB JUNAEDI KOMENTAR PEMILU LEGISLATIF

Pemilu untuk memilih anggauta DPR RI, DPRD I, dan DPRD II serta DPD akan segera digelar pada hari Rabu, 9 April 2014. Kesemarakan menyongsong kegiatan ini sudah mulai menggema sejak digelarnya kampanye di berbagai daerah di wilayah Indonesia, oleh para kontestan Pemilu yang tergabung dalam 12 Partai Pemilu yang sudah jadi ketetapan KPU selaku penyelenggara Pemilu tingkat Nasional tahun penyelenggaraan 2014 dan akan mencapai puncaknya pada hari Rabu, 9 April 2014.
Sudah lebih dari 3 (kali) penyelenggaraan Pemilu digelar, untuk menentukan nasib bangsa ini untuk kurun waktu paketan lima tahun sekali ini, namun sampai saat ini pemerintahan yang terjadi belumlah seperti apa yang diharapkan oleh banyak orang khususnya dan bangsa Indonesia umumnya.
Bangsa Indonesia pasca lepasnya orde Baru di tahun 1998, masih dirundung oleh kesibukan koruptor didalam menggerogoti uang negara, Kemiskinan yang masih belum teratasi maksimal, barang konsumsi kebutuhan pokok yang masih mahal yang belum terjangkau oleh rakyat miskin, Pengangguran yang masih banyak, Biaya pendidikan yang masih tinggi sehingga banyak anak anak usia sekolah masih banyak yang belum seluruhnya mengeyam pendidikan yang optimal. Tidak hanya itu masalah penegakkan hukum juga masih tajam ke bawah belum tajam ke segala arah, sehingga banyak warga negara yang tidak mempunyai uang banyak masih menjadi korban penegakkan hukum.
Kasus perbatasan negara dengan negara lain juga masih lemah sebab bangsa lain merasa leluasa untuk merebut wilayah jengkal tanah dari pulau pulau terluar Indonesia yang diklaim sebagai milik mereka. Mengapa bangsa Indonesia masih diam saja dalam soal pertahanan mempertahankan wilayah tanah air ini ?
Kasus Daging Sapi juga sampai saat ini belum mencapai titik menggembirakan sebab harga daging Sapi masih terlalu mahal. Padahal kebutuhan akan protein hewani sangat penting khususnya bagi generasi penerus bangsa ini yang masih anak anak yang dalam pertumbuhan, harus terganjal tidak bisa makan daging Sapi karena daging Sapi sangat melambung tinggi.
Akibat dari mahalnya daging Sapi yang mahal ini banyak para pedagang seperti Bakso dan sejenisnya ikut ikutan nakal dengan mengganti daging Sapi dengan daging Babi, daging Tikus Wirok dan daging haram lainnya. Sungguh sangat memprihatinkan kehidupan setelah lengsernya Orde Baru sampai saat ini.
Mengapa wakil rakyat di DPR baik dipusat maupun di daerah belum berubah dengan jaman DPR diera Soeharto ? Padahal mereka yang menurunkan Soeharto, dan menggantinya dengan nama orde Reformasi namun kenyataannya malah lebih parah dari kondisi di jaman Soeharto !
Katanya Soeharto koruptor dan antek anteknya tapi mengapa di era Reformasi malah lebih parah dan tambah berani lagi dalam hal kasus korupsi ini !
Wakil rakyat seharusnya tidak usah diajari hukum, mestinya juga sudah harus tahu kalau korupsi ini membahayakan kehidupan bernegera. Kalau para calon wakil rakyat ini tidak bisa memimpin bangsa ini mbok ya mundur saja sebelum disumpah sebagai pejabat negara.
Mewakili rakyat di DPR mestinya harus berjuang memikirkan nasib rakyat. Bukan bekerja sebagai karyawan DPR dengan menuntut gaji yang besar, dan berencana untuk jadi koruptor.
Mestinya untuk jadi calon wakil rakyat harus sudah pernah jadi rakyat miskin, yang berjuang untuk merubah kemiskinan. Harus berasal dari rakyat biasa yang bodoh yang berjuang merubah kebodohannya melalui kerja keras belajar bukan beli ijazah. Pernah hidup melarat dan berjuang untuk merubah nasibnya dengan ilmu yang dimilikinya dengan kerja keras, bukan main tipu daya dengan merubah kuitansi untuk memperkaya diri sendiri.

KURIKULUM 2013

Sosialisasi terhadap kurikulum 2013 di akhir tahun 2013 ini lagi gencar gencarnya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi. Tidak tanggung tanggung para penyaji materi sosialisasi diambilkan dari para dosen di berbagai Perguruan Tinggi Negeri yang ada di Indonesia. Hal ini betujuan agar sosialisasi kurikulum baru 2013 harus sukses.

Chabib Junaedi-penulis artikel

Chabib Junaedi-penulis artikel

Mengapa kurikulum di Indonesia selalu berubah ? Untuk menjawab pertanyaan ini sebenarnya adalah dari Pemerintah sendiri selaku penyelenggara kegiatan pendidikan Nasional. Walaupun begitu penulis hanya mengira ira dan ini sifatnya juga sepihak dari tingkat bawah. Bahwasanya pendidikan Indonesia yang dari tahun 1945 sampai sekarang, dinilai bahwa kemandirian pribadi maupun kemandirian sebagai bangsa dianggap belum tercipta. Hal ini terjadi, Indonesia masih sangat tergantung kepada negara lain. Contohnya seperti soal kedelai saja, yang mana kedelai itu lebih banyak di butuhkan oleh para pengrajin tahu tempe, yang menduduki skala yang besar, namun mereka dari tahun ke tahun kehidupannya juga belum banyak berubah dikarenakan harga kedelai yang sering cenderung untuk naik. Hal ini sangat mengganggu stabilitas ekonomi para pengrajin tahu tempe. Dan negara yang menjadi tumpuan kita adalah Amerika Serikat. Dalam soal teknologi juga tidak berbeda. Indonesia yang selalu mendapat julukan negara pasar dari para produsen teknologi, elektronika, mesin atau automotive, belum mandiri sedangkan, negara Asean lainya seperti Malaysa, Thailan dan lainnya sudah lebih dahulu mandiri.
Namun sayangnya, mengapa tidak dari dulu Indonesia menerapkan kurikulum yang langsung dapat membuat mandiri ? Sehingga seolah olah produk Kurikulum ini ibarat sebuah proyek Pemerintah saja. Dan apakah kurikulum ini memang sudah final ? atau akan terus berubah sehingga makna “Mandiri” itu hanya sebuah buah bibir saja yang tidak akan pernah terwujud.
Kalau perubahan Kurikulum ini hanya sebuah perkerjaan pemerintah agar proyeknya dapat segera dapat uang, maka sosialisasi ini juga tidak akan pernah berarti.
Mestinya bukan perubahan Kurikulum yang terus menerus tanpa batas, lebih baik buat kurikulum baku yang mujarab yang dapat merubah pola pikir mandiri dalam waktu yang singkat. Seperti jepang setelah buminya di bom atom oleh sekutu di tahun 1945 hanya dalam tempo 12 tahun saja mereka sudah dapat mandiri. Dan Indonesia saat ini menjadi terjajah oleh Jepang dalam hal teknologi  tepat guna, sebab Indonesia adalah negara konsumtif bukan produktif.

BER-QURBAN 1434 H

Dari segi bahasa, qurban berarti sesuatu yang dikorbankan karena Allah subhanahu wata’ala.
Dari sudut syara ‘, qurban bermaksud menyembelih binatang tertentu pada waktu-waktu tertentu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala.
pensyari’atan DAN HIKMAHNYA ) qurban telah disyari’atkan pada tahun kedua hijrah sama seperti ibadah zakat dan shalat Hari Raya. Firman Allah subhanahu wataala: {فصل لربك وانحر} Maksudnya: Maka

Keluarga besar Chabib Junaedi

Keluarga besar Chabib Junaedi

dirikanlah salat karena Tuhanmu dan sembelihlah kurban (sebagai tanda syukur) (Surah Al-Kauthar 108:2) Hikmah disyari’atkan qurban adalah sebagai tanda bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala di atas segala nikmat yang berbagai dan juga di atas kekalnya manusia dari tahun ke tahun. Ia juga bertujuan menjadi kifarah bagi pelakunya, apakah disebabkan kesalahan yang telah dilakukan atau dengan alasan kecuaiannya dalam menunaikan kewajiban di samping memberikan kelegaan kepada keluarga orang yang berqurban dan juga mereka yang lain. Qurban tidak memadai dengan mengulurkan nilai harganya, berbeda dengan ibadah zakat fitrah yang berarti memenuhi kebutuhan kaum fakir, Imam Ahmad dikatakan menyebut praktek menyembelih qurban adalah lebih afdhal dari bersedekah dengan nilai harganya.
Tidak seharusnya seorang shobibul qurban memerintah orang lain untuk menyembelih hewan qurbannya. Karena didalam berkurban ini, lebih ditekankan kita membunuh sifat kebinatangan yang ada didalam diri kita dengan cara diujudkan dalam menyembelih hewan qurban.
Shalat dan qurban adalah ibadah dalam satu paket. Keduanya memiliki bobot yang sama. Dan kedua duanya harus ditunaikan. Kita tidak dapat mengklaim bahwa sholat itu lebih penting dari pada qurban. Atau qurban itu justru lebih penting dari sholat.

Pak De Marso Telah Meninggalkan Kita Semua, Untuk Selamanya

marso

Pak De Marso dalam kenangan

Diluar dugaan banyak pihak  Pak De Marso pada hari ini Senin tanggal 30 September 2013 jam 04.30 menghembuskan nafasnya yang terakhir di Rumah Sakit Umum Kabupaten Cilacap, yang kurang lebih 8 hari lamanya beliau di rawat karena menderita sakit. Dalam usia 61 tahun
Diagnosa pertama beliau hanya diduga sakit di sekitar lambung dan usus, karena sering muntah muntah dan buang air besar yang terlalu sering. Namun saat memasuki hari ke tiga beliau dirawat ternyata beliau menderita struk yang sebenarnya sudah akut. Hal ini terbukti bila tangan memegang sesuatu pasti lepas dan bila ingin memasukan ke dalam mulut sendok yang berisi makanan atau obat arahnya tidak sesuai yang diharapkan.
Kemudian beliau akhirnya di lakukan foto torak cytiscan, dan baru ketahuan kalau di otak bawah sudah banyak gumpalan gumpalan hitam. Artinya di otak sudah banyak terjadi pendarahan karena pembuluh darah yang pecah.
Hal ini menurut catatan dari dokter syaraf yang ikut menangani penyakitnya, mengatakan kalau berobat pada saat ini sudah dikategorikan terlambat. Akhirnya jiwa beliu sulit untuk di pertahankan.
Namun semua itu memang sudah menjadi suratan takdir bagi beliau sebab ada ada saja penyebab yang mengawalinya namun data diagnosa dari gejala yang ditimbulkan tidak dapat dideteksi dengan baik bahkan malah salah diagnosa.
Sepeninggalnya Pak Marso memang banyak orang yang merasa kehilangan, mulai dari saudara, kerabat dekat, teman kerja apalagi para tetangga yang tiap hari hampir merasa harus cengar cengir karena lucunya beliau bila bicara.
Bagaimanapun beliau adalah tokoh masyarakat khususnya di wilayah Jl. Duren. Kini beliau hanya ada dalam kenangan, selamat jalan Pak Marso semoga engko mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dosanya.
Kita memang sedih karena beliau pergi yang tidak mungkin dapat kembali lagi ke dunia. Kita harus mengikhlaskan beliau agar perjalanannya menghadap tuhan di beri kemudahan.
Kepada yang ditinggalkan Ibu Tukiyah istri mendiang Pak Marso, semoga tetap tabah dalam menghadapi hidup ini.
Beliau dimakamkan di Karangsawang Sampang kab Cilacap kurang lebih 30 km dari rumah duka.
Upacara pemberangkatan jenasah pada jam 12.30 yang mundur beberapa menit dari yang direncanakan sebelumnya jam 11.00 WIB. Karena pertimbangan ada saudara yang belum menyaksikan jenasah beliau akhirnya upacara pemakamanpun di undur.
Jenasah naik ambulan jenazah dari mobil jenasah NU Gumilir, saat membawa jenasah Pak Marso di dekat jembatan maos roda belakang mobil ambulan jenasah ini lepas. Namun tidak memakan waktu yang lama ternyata mobil penggantinyapun datang. Walaupun sebelumnya tidak tampak adanya kerusakan yang muncul namun saat bergerak kurang lebih 25 km dari rumah duka roda ambulan ini baru lepas

Pak De Marso Masuk Rumah Sakit

Marso

Pak Marso Sakit di UGD RSUD Cilacap

Pak Marso yang beralamat di Jl Duren Tegalreja Cilacap tadi pagi sekitar jam 8:00 WIB, tanggal 24 September 2013 harus dirawat di ruang IGD RSUD Kabupaten Cilacap karena sakit
Marso atau lebih akrab di sapa dengan panggilan Pak De Marso, terpaksa harus di rawat di IGD RSUD Kabupaten Cilacap karena setelah kurang lebih tiga hari lamanya menderita muntah muntah, mata tidak jelas melihat lawan bicaranya, telinga juga tidak dapat mendengar dengan baik. Setelah melakukan berobat ke dokter umum dan mengkonsumsi obat racikannya namun sakitnya tidak kunjung sembuh. Artinya muntah muntah juga masih saja berlangsung, badan tetap lemas dan mata serta telinga juga tidak berfungsi dengan baik.
Namun setelah mendapat perawatan di RSUD Kabupaten Cilacap, mualnya sedikit berkurang namun untuk telinga dan mata masih belum berfungsi dengan sempurna.
Pak Marso adalah sosok yang senang bersilaturahmi, baik dengan keluarga, tetangga, teman kerja dan juga sahabat karibnya. Orangnya periang dan suka melucu. Disamping itu Pak Marso juga rajin di dalam mengerjakan pekerjaan apa saja. Sekarang setelah pensiun dari PNS Departemen Penerangan, Pak Marso suka sekali berkebun dan menanam tanaman palawija. Tidak dalam ukuran besar sih, namun paling tidak dapat sebagai penggembira untuk saudara dan tetangga.
Jerih payahnya juga tidak sia sia. Dalam kurun waktu sekian hari saja sudah dapat memanen ubi jalar, pisang, terong, ketimun dan bayam.
Pak Marso sendiri malah jarang menikmati hasil kerja sampingannya itu namun hasil itu lebih banyak di bagi bagikan kepada para keluarga maupun tetangga.
Keuletan Pak Marso patut diacungi jempol namun dalam hal mengurus kesehatan Pak Marso sendiri kadang lebih banyak lupa dari pada mengurus kesehatannya sendiri.
Hal ini pulalah yang membuat istrinya Tukiyah kadang juga menjadi merasa kesal, sudah sering diingatkan namun kadang yang punya badan tidak peduli

Marso

Pak Marso dirawat di RSUD Cilacao

Mungkin karena terlalu cape, makan juga tidak teratur, cuaca yang mudah sekali berubah, hal inilah yang menjadi pemicu Pak Marso sakit.
Walaupun setiap penyakit ada obatnya namun dengan datangnya sakit, tetap saja tidak menyenangkan. Apalagi kalau sakit yang harus di rawat di Rumah Sakit, yang membutuhkan penunggu. Hal ini juga menjadi hal yang cukup merepotkan. Apalagi Pak Marso yang  notabenenya tidak memiliki anak kandung, jelas ini menjadi tugas utama sang istri.
Semoga dengan rasa penuh ikhlas di dalam merawat suami, Allah akan cepat mengabulkan kesembuhannya.  Dapat kembali berkebun dan suka melucu seperti semula. Amiin

Anak ke 4 Sobir Arbangi Lahir

Pada awal bulan September minggu pertama tanggal 9 September 2013, anak ke empat hidup dari Sobir Arbangi terlahir.
Kelahiran anak ini normal tanpa ada halangan yang serius, berjenis kelamin perempuan dan diberi nama panggilan Afiqah.
Istri Sobir Arbangi, Nur Mu’minatun melahirkan di RSUD Cilacap pada hari minggu malam jam 03.00 WIB.

Lilik Nur Mu'minatun, S.PdTk

Lilik Nur Mu’minatun, S.PdTk

Kelahiran yang tampaknya sangat mandiri ini berlangsung lancar di ruang Mawar Kebidanan RSUD Kabupaten Cilacap. Setelah melahirkan yang seperti biasa pasien lain biasanya langsung di bawa ke ruang perawatan namun khusus istri Sobir Arbangi ini tetap berada di ruang bersalin sampai menunggu dilakukan tindakan sterilisasi.
Alasan utama mengapa demikian adalah untuk menghindari tambahan biaya tindakan saat akan dilakukan sterilisasi.
Di tengah tengah kesibukannya dalam menyongsong kelahiran, apalagi sebelumnya sang Istri harus mengikuti PLPG di Kampus UMP Purwokerto sedangkan Sobir Sendiri juga belum sepenuhnya sembuh dari sakit, namun kegiatan Aqiqah dilakukan sesuai sunah pada hari yang ke tujuh kelahirannya.
Kegiatan Aqiqah ini juga dalam rangka tasyakuran sunatan putra yang ke dua R Falih, yang telah disunat di Purwokerto menjelang datangnya bulan Ramadhan 1434 H

Cucu mBah Mu’Alip Tambah Lagi ?

Tidak lama lagi cucu dari mbah Mualip akan hadir lagi.  Ini adalah anak dari Sobir Arbangi yang bulan ini sudah memasuki usia yang ke sembilan bulan.  Dengan demikian jumlah cucu yang ada sekarang akan menjadi 10 orang. Yang meliputi, cucu dari anak Nur Hasanah 3 orang, cucu dari Chabib Junaedi 3 orang dan cucu dari Sobir Arbangi rencana 4 orang.

Lilik Atun dan Valih sedang Piknik-kan

Lilik Atun yg lagi hamil dan Valih sedang Piknik-kan

Rencana kelahiran yang katanya bulan Agustus 2013 minggu terakhir, ternyata meleset dan sampai dengan memasuki bulan September 2013 ini ternyata belum juga lahir.
Dan akhirnya menunggu nunggu hari kelahiran yang berubah ini, malahan dipaksakan diri untuk mengikuti PLPG guru TK di Kampus UMP Purwoketo, untuk jangka waktu 1o sampai dengan 15 hari lamanya.
Sebab katanya jika sampai dengan akhir tahun 2013 ini belum mendapat sertifikat guru profesional, maka ditahun 2014 nanti harus mengikuti pelatihan selama 3 bulan atau kuliah minimal 2 tahun untuk memperoleh lembah surat sertifikasi guru profesional.
Semoga kelahiran putra yang ke 4 ini akan lancar dan kelak anaknya menjadi anak yang soleh atau solehah,  sehat dan tidak menemui halangan yang berarti.
Dan untuk diketahui selama kegiatan PLPG baru berlangsung 3 hari lamanya suami dari Nur Mu’minatun ini, terkena sakit demam tinggi, yang kata dokter inheltnya harus di rawat inap namun karena ketiga putranya ada dirumah sehingga tidak memungkinkan untuk rawat inap, dengan sangat spektakuler akhirnya dilakukan obat jalan